Tak Hanya Sekadar Hobi Semata, Nenek Usia 1 Abad Lebih Ini Punya Misi Khusus Saat Lakukan Terjun Payung. Bikin Trenyuh!


Orang dikatakankan sudah lanjut usia tua saat memasuki umur 75 tahun ke atas. Tentu saja tubuh seorang yang sudah lansia tidak lagi sama seperti masa mudanya yang masih fit dan energetik. Usia lanjut umumnya kerap lesu, lemas, mudah capek dan harus banyak istirahat.
Tidak banyak juga aktivitas yang bisa dilakukan para lansia terutama olah fisik yang berat. Namun seorang nenek-nenek berumur 1 abad lebih ini suka melakukan olahraga ekstrem yakni terjun payung.

Penerjun payung tertua via inews.id

Dia adalah Irene O’shea, seorang nenek berusia 102 ini berasal dari Athelstone, Australia. Ia dinobatkan sebagai penerjun payung tertua di dunia setelah dirinya melakukan penerjunan dari ketinggian 14.000 kaki di langit Australia Selatan pada Minggu (9/12/2018).
Dikutip dari ABD News, saat memecahkan rekor, O’shea terjun bersama instruktur Jed Smith, 24 tahun ditemani perusahaan SA Skydiving.
"Terjun payung pada hari Minggu berjalan dengan lancar," tulis SA Diving, di laman resminya.
SA Diving mengklaim bahwa terjun payung yang dilakukan nenek usia 102 tahun ini membuat nama O’shea bakal tercetak di buku-buku sejarah.
Diketahui, ini bukan pertama kalinya bagi O’shea melakukan terjun payung. Ternyata ia sudah mulai akrab dengan terjun payung saat merayakan ulang tahun ke-100 pada tahun 2016 silam.
O’shea terlihat bahagia dengan senyuman lebar dan jempol yang ia tunjukkan kepada media. Ia terjun di cuaca yang cerah bersama sang instruktur dan dua kameramen yang mengabadikan momen itu.
Dia mengaku 'merasa normal' setelah terjun dengan kecepatan 220 kilometer per jam (140 mph) yang membuat kedua pipinya itu mengepak liar karena dorongan angin.

usai terjun payung via inews.id

"Sangat cerah dan cuacanya bagus, tapi dingin sekali di atas," kata O'Shea.
O’shea bukan semata-mata terjun payung, namun ia punya maksud dalam aksinya mengikuti olahraga ekstrem tesebut. Ia melakukannya demi mengumpulkan dana amal untuk penyakit Motor Neuron (MND), setelah putrinya meninggal akibat penyakit tersebut. Ia juga ingin mengingatkan publik tentang bahaya penyakit MND.
"Saya melihat tahun ini sebagai peluang tepat untuk meningkatkan kesadaran akan motor neuron," tutur nenek pemberani ini.
Berita ini pun menyebar dengan cepat dan menjadi viral di sosial media. Para netizen pun memberikan tanggapan positif dan kagum atas keberanian nenek O’shea ini.
@rakarxmanda: "Sementara aku umur 22 tahun dan tak pernah terpikir untuk berani melakukan terjun payung"
@s.m3555: "Menikmati hidup tidak dipatoki umur seseorang, nikmati setiap momennya sampai nafas terakhirmu…"
@potatoomush: "Wah baru sadar, ternyata si nenek lahir tahun 1916! OMG!"

0 Komentar untuk "Tak Hanya Sekadar Hobi Semata, Nenek Usia 1 Abad Lebih Ini Punya Misi Khusus Saat Lakukan Terjun Payung. Bikin Trenyuh!"